Ketua DPC BRN-RI Pertanyakan, Limbah RS Regional Hasri Ainun Habibie, Sebarkan Bau Busuk ke Warga Tonrangeng

PARE-PARE, KORAN HARIAN 55 โ€” Warga Kelurahan Tonrangeng, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, mengeluhkan adanya bau busuk yang diduga berasal dari instalasi pengelolaan air limbah milik Rumah Sakit (RS) Regional Hasri Ainun Habibie Kota Pare-pare.

Laporan ini pertama kali disampaikan oleh salah satu warga kepada Ketua DPC Barisan Rakyat Nusantara Republik Indonesia (BRN-RI) Kota Parepare, Juminten, pada Jumat malam, (23/5/2025).

Juminten menambahkan, diketahuinya sekitar pukul 20.00 WITA, menerima telepon dari salah satu warga yang tinggal di sekitar lingkungan rumah sakit. Warga tersebut menyampaikan keluhan terkait bau menyengat yang sudah sering terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Untuk membuktikan kebenaran laporan warga, itu, saya saya undang bertemu di sekertariat untuk mendengar langsung kondisi yang mereka alami” tuturnya.

Menurut keterangan warga, tambah Juminten mengatakan, jika bau menyengat sering muncul terutama saat siang hari atau ketika angin bertiup.
Ia juga mengungkapkan, dari pengakuan warga, Puncaknya terjadi pada pekan ini, ketika mereka menelusuri sumber bau dan menemukan area di sekitar instalasi pengolahan air limbah milik rumah sakit dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, imbuhnya.
โ€œWarga melihat tanah yang becek dan tergenang air berwarna kekuningan, dan setelah diamati lebih jauh, diketahui bahwa air tersebut berasal dari bak septic tank, milik rumah sakit yang meluap keluar area. Di situlah bau busuk yang menyengat tercium sangat kuat,โ€ terang Juminten.

Peninjauan Langsung ke Lokasi
Menanggapi laporan tersebut, pada keesokannya, Sabtu (24/5/ 2025) , Juminten melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi sekitar area belakang rumah sakit, tepat di titik instalasi pengolahan air limbah (IPAL), mendapati kondisi yang sesuai dengan laporan warga.
โ€œKetika saya tiba di lokasi, masih tercium bau menyengat yang keluar dari area bak pembuangan. Meskipun sebagian area sudah ditimbun, namun air dalam bak tersebut tampak kotor, berlumut, dan berwarna kekuningan. Dalam jarak sekitar 10 meter dari titik lokasi saja, saya merasa mual hingga muntah akibat aroma menyengat yang keluar,โ€ ungkap Juminten.

Ia menambahkan bahwa keberadaan bak limbah yang bocor atau tidak tertutup sempurna ini sangat berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar, terutama karena lokasi tersebut dekat dengan permukiman padat penduduk.

Konfirmasi kepada Pihak Rumah Sakit
Setelah mendatangi lokasi, saat itu melakukan konfirmasi langsung kepada pihak rumah sakit dan menemui, penanggung jawab sanitasi dan pengelolaan IPAL Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie, Muh Yusuf.

Menurut Juminten, dalam pertemuan tersebut, Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa upaya penanganan, termasuk penimbunan sementara dan pembersihan bak limbah.
Namun, pihak BRN-RI menilai bahwa langkah-langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi dampak pencemaran yang sudah terjadi dan perlu dilakukan penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Tanggapan dan Tindak Lanjut
Juminten, menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pihak rumah sakit benar-benar melakukan penanganan sesuai dengan standar sanitasi dan lingkungan hidup. Ia juga menyerukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare agar segera turun tangan menindaklanjuti laporan warga ini.
โ€œIni bukan sekadar keluhan bau, ini masalah kesehatan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, limbah ini bisa mencemari tanah, air tanah, dan menyebabkan penyakit menular. Kami mendesak pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab penuh,โ€ tegasnya.

Warga Tonrangeng kini berharap agar pengelolaan limbah di rumah sakit ditingkatkan secara serius dan tidak membahayakan masyarakat sekitar. Mereka menanti tindakan nyata dari pemerintah dan pihak rumah sakit untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas.(srf/akc)