JAKARTA, KORAN HARIAN 55 —Sorotan tajam dari Organisati Wartawan, Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi), terhadap Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, setelah menggulirkan pelatihan bertajuk Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Pembelajaran Mendalam (PM) yang melibatkan ratusan satuan pendidikan nonformal dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum (Ketum) Perjosi, Salim Djati Mamma, saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen Jalan Sudirman Jakarta, Kamis (03/07/2025).

Menurut Bung Salim, sapaan akrab Ketum Perjosi mengungkapkan, jika program yang diklaim bertujuan meningkatkan kapasitas digital dan pedagogi ini dinilai tidak kontekstual dan berisiko menjadi proyek seremonial semata, karena tidak mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan riil PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) yang menjadi pesertanya.
“Ini lagi salah satu proyek yang beresiko mubazir dan penghamburan biaya saja, proyek seremonial saja, karena tidak ada perimbangan yang matang dan tidak rill”, tegas Bung Salim. 
Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel juga menjelaskan, jika Program pelatihan dianggap terlalu berorientasi pada model pendidikan formal, sementara PKBM dan SKB menjalankan pendekatan berbasis komunitas, fleksibel, dan fungsional.
“Artinya, materi pelatihan yang menuntut pemahaman teknis tinggi justru berpotensi kontra produktif” tutur Ketum Perjosi.
Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) ini juga mengungkapkan, jika satuan pendidikan ini menghadapi tantangan infrastruktur, keterbatasan akses internet, dan profil peserta didik yang sangat beragam, sebagian besar dari kalangan dewasa dan putus sekolah, kurikulum dan sistem pembelajaran modul.
“Salah satu contoh paling mencolok adalah PKBM Nusantara di Kabupaten Takalar, menggunakan Kurikulum 2013 dengan hanya 6 orang tutor untuk menangani lebih dari 160 peserta didik, yang membimbing program Paket A-C dengan rasio siswa per tutor mencapai lebih dari 26:1. Kondisi ini jelas tidak ideal untuk pelatihan yang membutuhkan pendampingan teknis dan praktik langsung seperti koding dan kecerdasan artifisial serta Pembelajaran Mendalam” jelasnya.
Selain itu, PKBM Nusantara tidak memiliki akses internet maupun fasilitas laboratorium komputer, sementara daya listrik yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan dasar. Ini menjadi potret nyata bahwa pelatihan teknologi tinggi ini tidak memperhitungkan kesiapan minimum dari lembaga yang menjadi sasaran” tutup Bung Salim.
Informasi yanng diperoleh dari tim, jika BBGTK Sulsel secara resmi mengundang Dinas Pendidikan Provinsi dan seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan melalui surat bernomor 0610/B7.GT.01.00/2025 tertanggal 25 Juni 2025. Dalam lampiran surat, tercantum daftar lembaga sasaran yang terdiri atas PKBM dan SKB dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Adapun yang diundang berasal dari
Kabupaten Bantaeng : PKBM Juku Ejayya, PKBM Insan Caradde, PKBM Ingin Maju, SKB Bantaeng
Kabupaten Barru : PKBM Sipurio, SKB Barru
Kabupaten Bone: PKBM Generasi Mandiri (Gema), PKBM Sipakatau, PKBM Mamminasae, PKBM Rashara, SKB Bone
Kabupaten Bulukumba: PKBM Ian Aamilah Karassing, PKBM Mattirowalie, PKBM Kanaya, PKBM Tuladani, SKB Bulukumba
Kabupaten Enrekang: PKBM Buttu Sawah
Kabupaten Gowa: PKBM Sipakalebbi, PKBM Rampe Ri Baji, PKBM Al-Hijrah, PKBM Islam Mafaaza, PKBM Surya Mandiri
Kabupaten Jeneponto: PKBM Baji Pamae, PKBM Bukit Cemara
Kabupaten. Kepulauan Selayar: PKBM Sumber Ilmu Selayar, PKBM Semangat Baru Bontomarannu
Kabupaten Luwu: PKBM LHYLHO
Kabupaten Luwu Timur: PKBM Prima Sejahtera
Kabupaten Luwu Utara: PKBM Safinatunnajah
Kabupaten Maros: PKBM Delia Cenrana
Kabupaten Pangkep: PKBM Amelia
Kabupaten Pinrang: PKBM Markaz Wahdah Islamiyah, PKBM Pantai Biru
Kabupaten Sidrap: PKBM Mandiri
Kabupaten Sinjai: PKBM Baji Minasa, PKBM Batu Palla, SKB Sinjai
Kabupaten Soppeng: PKBM Abbarugange
Kabupaten Takalar: PKBM Nusantara, PKBM Sehati, PKBM Sepakat, SKB Takalar
Kabupaten Tana Toraja: PKBM Hikmah, PKBM Mutiara Ilmu
Kabupaten Toraja Utara: PKBM Benteng Mamullu, PKBM Duta
Kabupaten Wajo: PKBM Sadar, PKBM Kartika, SKB Sengkang
Kota Makassar: PKBM Amanah Ummat, PKBM Markaz Imam Malik, PKBM Kuttab Nurul Wahyain, PKBM Rahmatan Lil Alamin, SKB Biringkanaya
Kota Palopo: PKBM Melati





