SINJAI, KORAN HARIAN 55 — Proyek revitalisasi SMAN 8 Sinjai (APBN TA 2025) yang dikerjakan skema swakelola dipertanyakan publik, ditemukan kusen dan daun pintu terbuat dari kayu jati putih (jati Belanda), jenis yang secara teknis tidak ideal untuk konstruksi bangunan sekolah.
Ketua Umum (Ketum) Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi), Salim Djati Mamma, mendesak Gubernur Sulsel mencopot kepala sekolah dan memerintahkan audit Inspektorat atas dugaan penyimpangan spesifikasi dan potensi kerugian negara.
Ketum Perjosi, mengungkapkan, temuan tim investigasi dilapangan melaporkan, bahwa kusen dan daun pintu yang telah dipasang pada bangunan revitalisasi SMAN 8 Sinjai menggunakan kayu yang diidentifikasi sebagai jati putih (jati Belanda). Menurut saksi pekerja berinisial โANโ, kayu yang dipakai โmilik Ketua Komite, H. Alimin, ย diduga masih basah karena baru ditebangโ.
โNah jika benar, kondisi kayu โmasih basahโ menunjukkan kayu belum melalui proses pengeringan yang memadai sebelum pemasangan, ini kami dapati temuan kami dan ย saksi dilapangan dan pemberitaan localโ tegasnya Senin (22/9/2026).

Wartawan senior dibidang kriminal ini menambahkan, standar teknis relevan, yakni tandar mutu kayu untuk konstruksi (SNI 03-3527-1994 dan pedoman perencanaan konstruksi kayu) merekomendasikan kayu kelas kuat dan keawetan tinggi (kelas IโII) untuk elemen seperti kusen dan daun pintu. Kayu jati putih umumnya dikategorikan memiliki kelas kuat yang lebih rendah (IIIโIV) sehingga lebih rentan terhadap susut, serangan hama (rayap) dan degradasi akibat cuaca, yang berdampak pada umur pakai konstruksi. (acuan SNI teknis
Ia juga menuturkan, skema pelaksanaan dan akuntabilitas proyek, dilaksanakan dengan skema swakelola Tipe I, dimana ย kepala sekolah dan ketua komite bertindak sebagai penanggung jawab pelaksana. Skema ini memberi ruang tanggung jawab besar pada pihak internal sekolah, sehingga menuntut pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan dan Inspektorat. Kelalaian atau celah pengawasan pada skema ini berpotensi membuka ruang penyimpangan material dan administrasi. (praktik umum swakelola ย konteks pelaporan lokal).
Bung Salim sapaan akrab Ketum Perjosi menegaskan, jika kasus di SMAN 8 Sinjai, tidak muncul tiba-tiba, beberapa pemberitaan lokal sebelumnya menyinggung dugaan penyalahgunaan dana BOS, SPMT bermasalah, serta laporan resmi mantan kepsek ke Gubernur Sulsel.
โMedia lokal dan organisasi (termasuk Perjosi-red) telah meminta pemeriksaan Inspektorat dan penegakan hukum. Pada beberapa titik, kepolisian juga dikabarkan melakukan pemeriksaan terhadap oknum terkait. Ini memperkuat urgensi pemeriksaan dokumen dan audit lapangan sebelum pekerjaan selesaiโ tegasnya.

Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) ini menjelaskan, adapun potensi kerugian & indikasi pelanggaran pengadaan, bila RAB atau ย spesifikasi teknis menyebut material berkualitas tinggi misalnya kayu jati kelas I dan II, namun realisasi menggunakan material kelas rendah, maka ada potensi selisih nilai yang signifikan, sehingga ada ย indikasi manipulasi pengadaan.
Menurut ย Asesor BNSP ini menuturkan, estimasi kasar diperlukan verifikasi faktur menyebut selisih harga bisa mencapai puluhan persen tergantung pasar material lokal. Namun, angka pastinya harus dibuktikan melalui RAB, faktur pembelian, dan bukti pembayaran, yang harus ditelusuri oleh pihak APH, seperti salinan RAB, faktur pemasok, bukti pembayaran, sebab ini pernyataa dari DJPK Kemenkeu โ tuturnya.
โJika tidak segera dikoreksi, ini akan menjadi pemborosan anggaran dan bisa masuk ranah korupsi,โ ujar Salim Djati Mamma,ย yang mendesak Gubernur Sulsel
Ia menambahkan, sudah beberapa kali pernyataan permintaan pemeriksaan oleh guru, komite sekolah, dan mantan kepsek yang melapor ke Gubernur dicatat oleh beberapa media lokal dan mendorong panggilan pemeriksaan administrative atau polisi pada beberapa oknum, namun tidak digubri oleh Pihak Diknas dan Gubernur,
โBahkan sampai saat ini kasus laporan dari Mantan Kepsek Aliyuddin, masih belum jelas, malah penyidik berusaha nebdamaikan namun pihak Disdik Sulsel, khusunya Kepala Dinas , Iqbal Najamuddin tidak ada responโ tutupnya.
Data terakhir diperoleh tim redaksi, kayu kusen pintu, ditolak oleh pengawas, namun beberapa sudah terpasang, seolah-olah dikerjakan secara terburu-buru. (al/akc)
Catatan tim investigasi, Kronologi singkat (ringkas dan berurutan, berdasarkan data publik dan temuan dilapangan)
– Pra-2024: SMAN 8 Sinjai tercatat sebagai sekolah negeri (data kemendikbud). Data Referensi Kemendikbud
– 2024โ2025 (sebelum revitalisasi): Sejumlah masalah administratif dan aduan internal muncul (laporan mantan kepsek, klaim dana BOS, aduan ke Cabang Dinas / Gubernur). Sutera Channel+1
– 2025 (pelaksanaan revitalisasi APBN/DAK/DAU/Program terkait), Proyek revitalisasi berjalan skema swakelola; papan informasi proyek baru terpasang setelah desakan publik menurut liputan lokal. Temuan lapangan menyebut penggunaan jati putih untuk kusen/pintu. Koran Harian 55+1
– 2025 (respon publik & institusi), Perjosi dan media lokal menuntut Inspektorat dan Dinas Pendidikan turun,ย terdapat laporan pemeriksaan polisi dan panggilan terhadap oknum terkait. Namun RAB dan laporan Inspektorat publik untuk paket ini belum ditemukan di portal publik yang lazim (LPSE/PPID/Inspektorat) pada saat penelusuran awal. JurnalTivi+1





