MAKASSAR, koranharian55.com โ Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) resmi meluncurkan program pelatihan jurnalis gratis dengan sistem door to door sebagai respons atas meningkatnya kasus wartawan yang berhadapan dengan persoalan hukum akibat pemberitaan. Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman wartawan terhadap etika, teknik jurnalistik, dan aturan hukum pers, khususnya di daerah.
Ketua Umum Perjosi, Salim Djati Mamma, menyatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan karena masih ditemukan wartawan yang belum memahami secara utuh tugas dan tanggung jawab profesi jurnalistik. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas pemberitaan dan berpotensi menimbulkan keberatan dari objek atau subjek berita.
โMasih ada wartawan yang menyajikan informasi tanpa memahami batasan profesi, kode etik, dan konsekuensi hukum. Ini yang ingin kami benahi melalui pelatihan,โ ujar Salim.
Dalam pelaksanaan pelatihan ini, Perjosi memastikan seluruh materi akan disampaikan oleh wartawan senior yang berpengalaman, termasuk jurnalis yang pernah memimpin media nasional dan memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pers.
Para pemateri tersebut akan membagikan pengalaman lapangan, standar kerja redaksi nasional, serta praktek jurnalistik yang telah teruji secara profesional dan hukum. Dengan keterlibatan pemateri berpengalaman, Perjosi menargetkan pelatihan ini tidak bersifat teoritis semata, melainkan aplikatif dan relevan dengan tantangan jurnalistik saat ini.
Bung Salim sapaan akrab Ketum Perjosi mengungkapkan, salah satu tantangan utama jurnalistik saat ini adalah maraknya informasi di media sosial yang diproduksi tanpa proses verifikasi dan tanpa pemahaman kode etik jurnalistik. Kejaran kecepatan publikasi sering kali mengabaikan dampak pemberitaan terhadap individu maupun institusi yang diberitakan.
โBanyak informasi beredar cepat, tapi tidak dibarengi pemahaman etika. Ini berdampak pada karya jurnalistik yang berisiko dan menimbulkan masalah hukum,โ kata Salim.
Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel juga mengungkapkan, kondisi tersebut turut memengaruhi pola kerja sebagian wartawan yang akhirnya mengadopsi cara kerja serba cepat tanpa mempertimbangkan akurasi, keberimbangan, dan dampak hukum.
Berbeda dengan pelatihan konvensional yang terpusat di kota besar, Perjosi memilih pendekatan door to door untuk menjangkau wartawan di daerah. Metode ini dipilih karena banyak wartawan yang ingin meningkatkan kompetensi, namun terkendala waktu, biaya, dan jarak.
Melalui pendekatan ini, Perjosi akan mendatangi langsung wilayah kerja wartawan, tanpa membebani peserta dengan biaya atau persyaratan administratif yang rumit, serta tidak membatasi dari media mana dan organisasi wartawannya sendiri, serta.
Adapun materi pelatihan disusun secara komprehensif dan berjenjang, meliputi teknik penulisan berita yang akurat dan berimbang (5W 1 H + S), jurnalistik media cetak, media online, dan televisi online, kode etik jurnalistik (KEJ), pemahaman aturan hukum pers, praktik lapangan dan evaluasi karya jurnalistik.
โMateri akan disampaikan melalui kombinasi teori dan praktek, termasuk pembahasan kasus nyata pemberitaan yang berujung pada persoalan hukum.
Selain itu, Ketum Perjosi juga memastikan, peserta yang dinilai sebagai alumni terbaik dalam pelatihan ini akan mendapatkan kesempatan untuk diikutkan dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) oleh BNSP, yang akan dilaksanakan secara berjenjang sesuai tingkat kompetensi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk lanjutan pembinaan, agar wartawan tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang sah dan terukur.
โPeserta terbaik akan kami dorong mengikuti UKW BNSP. Ini bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme wartawan secara berkelanjutan,โ jelas Salim.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas wartawan, Perjosi juga berencana menjalin kerja sama dengan pemerintah, pihak swasta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama ini bertujuan membangun hubungan profesional antara media dan sumber berita, tanpa mengurangi independensi pers.
Asesor BNSP ini memastikan, setelah kembali dari menunaikan ibadah umroh, ia akan segera menggelar pertemuan dengan seluruh pengurus Perjosi di daerah untuk membahas teknis pelaksanaan pelatihan, wilayah sasaran, serta jadwal kegiatan.
โProgram ini ditargetkan segera berjalan dan menjangkau wartawan di berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat kualitas jurnalistik nasional, sekaligus menekan resiko wartawan berhadapan dengan persoalan hukum akibat pemberitaanโ tutupnya. (del/akc)
Hai pembaca setia! Temukan solusi media online Anda di
