Gowa, koranberita55-Keresahan hampir semua Kepala Sekolah dan guru di Kabupaten Gowa, atas beberapa oknum mengaku dari Dinas Pendidikan Gowa, tanpa koordinasi langsung membawa buku paket pelajaran, yang tidak dapat digunakan oleh siswa,sebab tidak sesuai dengan silabus pembelajaran, yang diterapkan di Sekolah dari SD, SMP.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua OKK Lembaga Pemantau Aset dan Keuangan Negara (LPAKN) Syarifuddin Sarief, kepada koranberita55, Jumat (10/02-2023) saat bertandang ke Redaksi.
Syarif menambahkan, yang memperparah masalah, yakni dana BOS yang seharusnya diperuntukan untuk operasional Sekolah langsung di Potong, dari Dinas Pendidikan Gowa,sehingga para Kepala Sekolah dibuat tak berdaya oleh oknum yang mengaku suruhan dari Diknas Pendidikan itu.
“dana BOS, adalah program yang diusung Pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia agar dapat memberikan pembelajaran dengan lebih optimal, bukan untuk disalahgunakan” tegas Syarif.
Ia menambahkan, saat menghubungi pihak Diknas Kabupaten Gowa, menemui Sekertaris Dinas Kab Gowa Hj Rieke dengan singkat mengatakan Jika paket tersebut adalah pesanan dari setiap sekolah.
“Rieke juga menambahkan, kami di Dinas tidak punya wewenang melakukan pengiriman paket ke sekolah. Karena sudah jelas aturan mainnya, ucap Syarief menirukan
Dikatakan pula, saat konfirmasi ke Kadis Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Murshad ST, yang di komnfirmasi melalui akun Washapp nya malah balik bertanya atas komfirmasi yang ajukan.
“Kadis Diknas Gowa menjawab dengan chat melalui washapp diantaranya mengatakan, perlu diperjelas dana bos tahun berapa pak. Supaya jelas entitas yang harus diperiksa, karena tugas tersebut adalah tugas penyidik kepolisian maupun APH lainnya ”, tutup Syarif
Dari konfirmasi di beberapa SD dan SMP, salah seorang Kepala Sekolah SMP di Gowa, inisial D mengatakan buku secara tiba-tiba diantar kesekolah, setelah itu langsung dipotong dana bos masing-masing sekolah.
Seperti juga yang dikatakan salah seorang Kepsek SMP di Gowa berinisial KM, mengatakan sangat tertekan dengan ulah oknum yang mengatasnamakan Diknas Pendidikan Gowa, harus ada yang presur, kasihan sekolah. Kalau ini berlarut-larut dibiarkan maka akan menjadi momok bagi dunia pendidikan.
Salah seorang tenaga pengajar inisial SM merespon control dari LSM dan Media, semua benar pemberitaan itu, hal itu biasa bagi Diknas Gowa, tegasnya.(SS)