Ketum Perjosi Apresiasi Langkah NasDem Nonaktifkan Anggota DPR

JAKARTA, KORAN HARIAN 55 โ€“ Ketua Umum Persatuan Journalist Siber Indonesia (Perjosi), Salim Djati Mamma, mengapresiasi langkah tegas yang diambil Partai NasDem dalam menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI Fraksi NasDem. Keputusan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab partai dalam merespons aspirasi rakyat dan menjaga marwah demokrasi.

Ketum Perjosi menilai, sikap NasDem patut dicontoh partai politik lain agar tidak membiarkan kadernya berperilaku arogan dan menyinggung perasaan publik.
โ€œLangkah NasDem adalah bukti bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan. Ketika ada wakil rakyat yang melukai hati masyarakat, partai harus berani bertindak tegas demi menjaga kepercayaan publik,โ€ ujar mantan Wakil ketua PWI Sulsel, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (31/8/2025).

Ia menegaskan, maraknya protes masyarakat belakangan ini tidak hanya dipicu oleh ucapan atau perilaku anggota DPR, tetapi juga faktor lain seperti kenaikan harga pangan akibat kenaikan pajak, yang seharusnya menjadi fokus pengawasan DPR dan DPRD terhadap kinerja pemerintah. Menurutnya, meskipun pemerintah pusat maupun daerah melakukan evaluasi atas kebijakan pajak dan menggelar operasi pangan murah, langkah itu terjadi karena tekanan demonstrasi rakyat, bukan hasil pengawasan legislatif.

Asesor BNSP ini menambahkan, DPR juga harus menjadikan momentum ini sebagai bahan introspeksi mendalam dengan mengevaluasi gaji dan tunjangan anggota DPR maupun DPRD. Ia menekankan bahwa kepekaan terhadap penderitaan rakyat jauh lebih penting ketimbang mempertahankan fasilitas mewah wakil rakyat.
โ€œKalau partai-partai tidak segera mengevaluasi kadernya, publik akan menilai bahwa mereka mendukung arogansi. Kepercayaan rakyat adalah modal utama partai di Pemilu. Jangan sampai suara rakyat berpindah karena ulah segelintir orang,โ€ tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres mengingatkan bahwa peristiwa anarkis yang menelan korban jiwa, termasuk meninggalnya pengemudi ojek online dalam demonstrasi, harus menjadi pelajaran besar. DPR dan partai politik tidak boleh lagi menganggap remeh kritik rakyat.
โ€œRakyat marah bukan karena benci, tetapi karena kecewa. Jika DPR dan partai masih menutup mata, bukan tidak mungkin ledakan sosial makin membesar. Langkah NasDem adalah awal yang baik, tinggal bagaimana partai lain berani menyusulnya,โ€ pungkasnya.(akc/im)