DPP Restui Basri, Perjosi Makassar Resmi Kembali Berlayar Pasca Pembekuan

JAKARTA, KORAN HARIAN 55 – Setelah lama vakum akibat pembekuan dari pengurus pusat, Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) Kota Makassar akhirnya resmi kembali terbentuk. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perjosi langsung merestui kepengurusan baru periode 2025–2030 dengan menunjuk Basri (Journalcebes) sebagai nakhoda Dewan Pengurus Kota (DPK) Makassar.

Kebangkitan Perjosi Makassar ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan setelah sebelumnya sempat dipimpin pengurus yang dibekukan. DPP memberikan mandat penuh kepada Basri sebagai langkah cepat untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan normal.

Ketua Umum DPP Perjosi, Salim Djati Mamma, menyambut baik kebangkitan ini. Menurutnya, konsolidasi di daerah adalah strategi penting agar Perjosi tetap hadir sebagai wadah perlindungan, pengakuan, dan peningkatan kapasitas jurnalis siber.

“Kami ingin memastikan Perjosi Makassar kembali aktif, solid, dan menjalankan fungsinya sesuai visi organisasi. Kepercayaan kepada Basri bukan sekadar regenerasi, tetapi langkah strategis memperkuat Perjosi di Sulawesi Selatan,” ujar Ketum Perjosi saat dihubungi Kamis, (11/9/2025).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perjosi, Abd Gani, menegaskan bahwa pengurus baru diharapkan segera menyusun struktur lengkap untuk kemudian dijadwalkan pengukuhan resmi. Ia menambahkan, DPP juga tengah menyiapkan pembentukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulsel menggantikan pengurus sebelumnya yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt) namun dinilai tidak berjalan optimal.

“Sulsel adalah salah satu dari 14 provinsi yang sudah memiliki kepengurusan Perjosi di Indonesia. Kami berharap kepengurusan baru ini lebih solid, proaktif, dan mampu menjawab kebutuhan insan pers di daerah,” tegas Abd Gani, Jumat (12/9/2025).

Sebagai organisasi jurnalis siber, Perjosi dikenal vokal, kritis, dan tegas dalam memperjuangkan kepentingan pers. Organisasi ini juga berperan sebagai payung perlindungan hukum, advokasi, hingga pelatihan bagi anggotanya. Dengan lahirnya kembali kepengurusan di Makassar, diharapkan peran strategis tersebut semakin terasa, terutama di tengah dinamika dunia pers yang kian cepat berubah.

Basri, yang resmi menakhodai DPK Perjosi Makassar, menyatakan kesiapannya memimpin organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Ini amanah besar. Kami ingin memastikan Perjosi hadir bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai wadah perjuangan dan penguatan kapasitas jurnalis di Makassar,” ungkap Basri.

Kebangkitan Perjosi Makassar ini diyakini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi internal organisasi tetapi juga bagi ekosistem pers di Sulawesi Selatan. Dengan dukungan penuh dari DPP, Perjosi siap kembali berlayar dengan lebih kuat, profesional, dan tetap kritis menjaga marwah kebebasan pers.

Adapun kepengurusan DPK Perjosi Makassar periode 2025–2030 akan dipimpin oleh Basri (Journalcebes) sebagai Ketua, didampingi Naswari (Media Sorotan Tajam) sebagai Sekretaris, serta Asri (Media Dutapublik) sebagai Bendahara.(al/akc)