MAKASSAR, koranharian55.com โ Dugaan praktek mahar jabatan, penipuan, dan pemerasan kembali mencuat di internal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sulawesi Selatan. Ketua Umum Perserikatan Jurnalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, memastikan akan membawa kasus yang menimpanya ke ranah hukum, dengan melaporkan Andi Barlianto Asapa, eks Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Perindo Sulsel.
Kasus ini tidak berdiri sendiri. Ketua DPW Perindo Sulsel yang sah saat ini, Abd Hayat Gani, juga mengaku menjadi korban dugaan permintaan dana oleh sosok yang sama. Andi Barlianto Asapa diketahui kini menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan dan Plt wilayah Kalimantan di internal Partai Perindo.
Menurut pengakuan Salim, dugaan penipuan bermula saat Andi Barlianto masih menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Perindo. Saat itu, Salim disebut diminta menyerahkan dana dalam jumlah ratusan juta rupiah, dengan iming-iming penetapan dirinya sebagai Ketua DPW Perindo Sulsel.
Yang membuat kasus ini kian serius, Barlianto diduga menjual pengaruh elite partai, termasuk mencatut nama mantan Sekretaris Jenderal Perindo, Andi Yuslim Patawari (AYP), untuk meyakinkan korban.
โJanji itu disampaikan seolah-olah final dan tidak mungkin gagal. Saya diyakinkan bahwa jabatan Ketua DPW Sulsel hanya soal waktu,โ ungkap Salim.
Namun, dinamika politik internal Perindo berubah drastis. Hubungan Barlianto dan AYP dikabarkan pecah, AYP dicopot dari jabatan Sekjen, dan konstelasi kekuasaan internal pun bergeser.
Salim mengungkap, pada Desember 2024, ia dihubungi seorang rekan yang memiliki kedekatan dengan AYP. Rekan tersebut menyampaikan bahwa Perindo membutuhkan figur baru untuk memimpin DPW Sulsel dan memberikan nomor kontak Andi Barlianto.
Salim kemudian dipanggil ke Kantor DPP Partai Perindo di Jakarta. Di lokasi itu, ia mengaku bertemu langsung dengan Andi Barlianto dan AYP, bahkan diarahkan ke Kantor Kadin Pusat, sebuah langkah yang menurut Salim semakin menguatkan keyakinannya bahwa proses tersebut โresmi dan direstuiโ.
โDengan kelihaiannya, Barlianto membangun narasi bahwa semua sudah diatur. Saya hanya diminta memenuhi โsyaratโ berupa dana,โ kata Salim.
Dana tersebut disanggupi dan dibayarkan secara bertahap, sebagai bentuk komitmen terhadap janji jabatan.
Pada 05 Januari 2026, Salim mengirimkan dana tiket perjalanan kepada Barlianto. 7 Januari, keduanya bersama-sama melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekretariat DPW Perindo Sulsel, yang disebut sebagai bagian dari persiapan pergantian kepemimpinan.
Puncaknya terjadi pada 21 Januari 2025, ketika Barlianto mengabarkan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Plt Ketua DPW Perindo Sulsel. Posisi itu kembali digunakan untuk meyakinkan Salim bahwa kursi Ketua DPW Sulsel akan segera menjadi miliknya.
Namun, janji tersebut runtuh. DPP Perindo justru menunjuk Abd Hayat Gani sebagai Plt Ketua DPW Sulsel, sekaligus mengakhiri harapan Salim.
Merasa ditipu, Salim meminta pengembalian seluruh dana yang telah diserahkan. Barlianto sempat berjanji mengembalikan, bahkan sempat mengirim Rp15 juta, namun dana itu dikembalikan oleh Salim karena dinilai tidak mencerminkan total kerugian.
โSetelah itu, komunikasi terputus. Nomor saya diblokir,โ tegas Salim.
Pengakuan Salim diperkuat oleh pernyataan Abd Hayat Gani. Saat ditemui di Sekretariat DPW Perindo Sulsel, Hayat Gani mengaku dimintai dana puluhan juta rupiah oleh Andi Barlianto.
Alasan yang disampaikan Barlianto, menurut Hayat Gani, adalah karena dirinya tidak dibiayai oleh DPP Perindo yang dipimpin Angela Herliani Tanoesoedibjo, dan telah menghabiskan uang pribadi untuk mengurus Perindo Sulsel.
Tak hanya itu, Hayat Gani juga menyebut adanya permintaan uang makan dengan nota berstempel yang dibuat sendiri oleh Barlianto, sebuah praktek yang dinilainya janggal dan patut dipertanyakan.
Kasus ini diperkirakan memasuki babak baru pada 5 Februari 2026, saat Ketua Umum Partai Perindo, Angela Herliani Tanoesoedibjo, dijadwalkan melantik Ketua DPW Perindo Sulsel di Hotel Claro, Makassar.
Salim Djati Mamma memastikan dirinya akan hadir dan menemui langsung Ketua Umum Perindo untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya.
Menariknya, berdasarkan informasi yang diperoleh, Andi Barlianto Asapa juga dijadwalkan hadir dalam acara tersebut, mengingat posisinya saat ini sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan dan Plt wilayah Kalimantan.
Kehadiran pihak-pihak yang berseteru dalam satu forum resmi partai ini dinilai akan menjadi titik krusial, sekaligus ujian bagi komitmen Perindo dalam menjaga integritas dan transparansi internal.
Salim menegaskan, laporan polisi tetap akan ditempuh, terlepas dari hasil pertemuannya dengan Ketua Umum Perindo.
โIni bukan soal jabatan. Ini soal dugaan praktek yang mencederai etika politik dan merugikan banyak pihak,โ tegasnya.
Hingga laporan ini diturunkan, Andi Barlianto Asapa belum memberikan klarifikasi resmi. (Lim)





