Untuk Pertama Kalinya,  Tiga Tokoh Kunci Duduk Satu Meja di Lensa Bung Salim, Siap Buka-Bukaan Soal Dana Hibah Rp15 Miliar, Tata Kelola KONI, hingga Isu Rangkap Jabatan

Bukan Sekadar Podcast. Ini Forum Pertanggungjawaban Publik. Hadirkan Forum Dialog Terbuka, Publik Diajak Menilai Langsung Penjelasan Ketua DERAK Makassar, Ketua KONI Makassar, dan Wali Kota Makassar

Makassar, koranharian55.com – Sebuah peristiwa yang diperkirakan akan menyita perhatian masyarakat Sulawesi Selatan bahkan nasional segera tersaji melalui program Lensa Bung Salim di 55 TV.

Untuk pertama kalinya, tiga tokoh yang berada di garis terdepan polemik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar dijadwalkan hadir dalam satu forum dialog terbuka. Mereka adalah Ketua Dewan Rakyat Anti Korupsi (DERAK) Makassar, Zulkifli Him, SH, MH, M.Si. Ketua KONI sekaligus Ketua Komis B DPRD Kota Makassar H. Ismail,  serta Wali Kota Makassar, DR Munafri Arifuddin SH.

Tidak sekadar menjadi narasumber, ketiganya akan duduk dalam satu meja untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai isu-isu yang berkembang, mulai dari transparansi pengelolaan dana hibah Pemerintah Kota Makassar, dinamika internal organisasi, tata kelola KONI, hingga pembahasan mengenai isu rangkap jabatan Ketua KONI Makassar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar.

Program ini dipandu oleh jurnalis senior Salim Djati Mamma dalam format khusus Dialog Publik, sebuah dialog yang dirancang untuk menghadirkan pertanyaan berbasis fakta, dokumen, serta informasi yang telah berkembang di ruang publik.

Dalam beberapa waktu terakhir, KONI Makassar menjadi perhatian setelah muncul berbagai pemberitaan mengenai pengunduran diri sejumlah pengurus inti, berkembangnya desakan audit terhadap pengelolaan dana hibah Pemerintah Kota Makassar senilai Rp15 miliar, serta pembahasan mengenai tata kelola organisasi.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat menaruh harapan agar seluruh pihak dapat memberikan penjelasan secara terbuka sehingga berbagai pertanyaan yang berkembang memperoleh jawaban langsung dari para pemangku kepentingan.

Momentum itulah yang menjadi dasar 55 TV menghadirkan forum dialog yang mempertemukan seluruh pihak dalam satu panggung yang sama.

Host Lensa Bung Salim, Salim Djati Mamma, menegaskan bahwa program ini tidak diselenggarakan untuk menghakimi siapa pun maupun membangun opini sepihak.

Sebaliknya, forum ini menjadi ruang dialog publik yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh narasumber untuk menjelaskan pandangan, kebijakan, maupun langkah-langkah yang telah diambil sesuai kewenangan masing-masing.

“Ketika dana yang digunakan berasal dari APBD, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai tata kelola dan pertanggungjawabannya. Di sisi lain, setiap pihak juga memiliki hak untuk menjelaskan kebijakan dan posisinya secara terbuka. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui Lensa Bung Salim,” ujar Salim Djati Mamma, saat dihubungi, Rabu  (24/6/2026)

Menurutnya, jurnalisme tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun ruang dialog yang sehat agar publik dapat menilai sendiri berdasarkan fakta dan penjelasan dari para pihak.

Dalam dialog tersebut, Ketua DERAK Makassar, Zulkifli Him, akan menjelaskan alasan organisasinya mendorong audit terhadap pengelolaan dana hibah KONI Makassar, sekaligus memaparkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan keuangan publik.

Ketua KONI Makassar, H Ismail, akan memperoleh ruang untuk menjelaskan berbagai isu yang berkembang, termasuk dinamika internal organisasi, mekanisme pengelolaan dana hibah, serta pandangannya mengenai isu rangkap jabatan yang menjadi perhatian sebagian masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, akan menjelaskan kebijakan Pemerintah Kota dalam pemberian dana hibah, sistem pengawasan terhadap organisasi penerima hibah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.

Berbeda dengan format wawancara konvensional, Dialogi Publik ini akan memberi ruang kepada setiap narasumber untuk saling menanggapi argumentasi yang berkembang.

Host akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berangkat dari fakta dan dokumen yang telah menjadi perhatian publik. Pada saat yang sama, masing-masing narasumber juga diberi kesempatan untuk merespons maupun mengajukan pertanyaan kepada narasumber lain dalam suasana dialog yang terbuka dan profesional.

Topik yang akan dibahas mencakup transparansi penggunaan dana hibah, mekanisme pengawasan, tata kelola organisasi, dinamika internal KONI Makassar, hingga pembahasan mengenai isu rangkap jabatan dari perspektif regulasi organisasi, tata kelola pemerintahan, dan potensi konflik kepentingan.

Redaksi 55 TV menegaskan bahwa seluruh rangkaian dialog akan dilaksanakan berdasarkan prinsip cover both sides, akurasi, independensi, hak jawab, dan asas praduga tak bersalah.

Seluruh pertanyaan akan berlandaskan pada fakta dan informasi yang telah berkembang di ruang publik, sementara seluruh narasumber memperoleh kesempatan yang sama untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan.

Melalui forum ini, Lensa Bung Salim ingin menunjukkan bahwa media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan dialog antara publik dan para pemangku kepentingan.

Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik, dialog terbuka menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kepercayaan, memperkuat tata kelola organisasi, dan memastikan setiap kebijakan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat.

Lensa Bung Salim mengundang masyarakat untuk mengikuti dialog ini dan menyaksikan bagaimana setiap narasumber menyampaikan pandangan, menjawab pertanyaan, serta memberikan penjelasan mengenai isu-isu yang selama ini menjadi perhatian publik. Pada akhirnya, penilaian diserahkan kepada masyarakat berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum tersebut. (tim)