Penunjukan Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel Tanpa Fit and Proper Test, DPP Dituding Langgar Aturan Internal

MAKASSAR, KORAN HARIAN 55 โ€“ Keputusan mengejutkan datang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Abdul Hayat Gani resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Sulawesi Selatan (Sulsel), tanpa melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagaimana diamanatkan oleh aturan partai.

Penunjukan tersebut menuai sorotan tajam dari sejumlah kader dan pengurus internal Perindo. Dua sumber terpercaya dari kalangan pengurus DPW Perindo Sulsel yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, nama Abdul Hayat tidak pernah dibahas atau diusulkan dalam forum resmi partai di tingkat daerah maupun pusat.

โ€œNama Hayat Gani sama sekali tidak pernah muncul dalam rapat DPW maupun DPC. Bahkan saat Pak Barlianto masih menjabat, tidak ada pembahasan pengganti. Tapi tiba-tiba saja keluar SK,โ€ ungkap salah satu sumber, Sabtu (12/7/2025).

Lebih lanjut, sumber menegaskan bahwa proses pengangkatan Hayat Gani tidak memenuhi syarat formal sebagaimana prosedur organisasi yang berlaku di tubuh Perindo.

โ€œProsedur normal itu melalui fit and proper test, apalagi untuk jabatan penting seperti Plt Ketua DPW. Tapi setahu kami, Hayat Gani tidak pernah ikut tahapan itu, baik secara daring maupun luring,โ€ ujarnya.

SK pengangkatan Abdul Hayat Gani tertuang dalam Surat Keputusan DPP Perindo bernomor: 108/SK/DPP-PARTAI PERINDO/VII/2025 yang terbit pada 8 Juli 2025. Namun hingga berita ini diterbitkan, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Perindo, Andi Yuslim Patawari, belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan wawancara terkait dugaan pelanggaran mekanisme tersebut.

Sumber internal lain menyebut bahwa penunjukan tersebut juga tidak melewati rapat pleno atau rapat harian pengurus pusat sebagaimana diatur dalam Pasal 92 poin 1 Anggaran Rumah Tangga Partai Perindo yang menyatakan bahwa setiap kebijakan strategis harus diputuskan dalam rapat pleno DPP.
โ€œIni cacat prosedur dan melanggar AD/ART partai. Sangat berbahaya bagi konsolidasi dan legitimasi partai di daerah,โ€ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Abdul Hayat Gani membenarkan bahwa dirinya telah menerima SK pengangkatan sebagai Plt Ketua DPW Perindo Sulsel. Ia mengklaim bahwa proses penunjukannya merupakan hasil komunikasi langsung dengan Plt Sekjen Andi Yuslim Patawari untuk bertemu Ketua Umum Perindo.
โ€œSaya bukan ditawari, tapi gayung bersambut. Sudah ketemu Sekjen minggu lalu lalu dipertemukan Ketua Umum, lalu dapat SKโ€ ujar mantan Sekda Sulsel itu.

Namun, Hayat tidak menampik bahwa proses tersebut memang dilakukan tertutup dan tidak diumumkan ke publik sebelum SK diterbitkan.
โ€œBukan tiba-tiba. Memang tidak dipublikasi dulu sampai terbit SK

Langkah DPP Perindo yang dinilai terburu-buru dan tertutup dalam menunjuk Plt Ketua DPW Sulsel menimbulkan kekhawatiran di kalangan kader tentang arah konsolidasi partai menjelang agenda-agenda politik 2025โ€“2026. Proses yang tidak transparan dapat menimbulkan resistensi dari pengurus di tingkat DPC dan mengganggu soliditas partai di daerah.

Jika benar terjadi pelanggaran prosedur seperti tidak adanya fit and proper test dan pengangkatan tanpa pleno, maka ini bukan hanya soal teknis administratif, tapi menyangkut integritas tata kelola partai dan akuntabilitas kepemimpinan