JENEPONTO, KORAN HARIAN 55 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi melaksanakan kegiatan ‘membaca nyaring’ yang ditujukan untuk anak-anak usia dini di Desa Tino, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 17 Juli dan 21 Juli 2025, dan dipusatkan di Masjid Nurul Tauhid, salah satu masjid yang berada di wilayah Parangsialla.
Dengan semangat menghidupkan budaya literasi sejak dini, kegiatan ini disambut antusias oleh anak-anak serta orang tua yang turut hadir untuk mendampingi buah hatinya.
Para peserta tampak menikmati cerita-cerita menarik yang dibacakan oleh mahasiswa, yang dibawakan secara ekspresif dan interaktif.
Tak hanya mendengarkan, anak-anak juga diajak berdialog mengenai isi cerita, melatih daya pikir dan imajinasi mereka.
Koordinator kegiatan, salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa ‘membaca nyaring’ dipilih sebagai metode karena terbukti efektif dalam menumbuhkan minat baca anak serta mempererat ikatan emosional antara pembaca dan pendengar.
“Kami melihat bahwa minat baca anak-anak di daerah ini masih perlu ditingkatkan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dan membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini juga menjadi nilai tambah tersendiri. Selain memberikan dukungan langsung kepada anak-anak, mereka juga diberikan pemahaman akan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan budaya baca di rumah.
Kegiatan ‘membaca nyaring’ ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN Tematik Literasi yang fokus pada peningkatan kemampuan literasi dasar di wilayah pedesaan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa berupaya menghadirkan pendekatan-pendekatan kreatif dalam pengembangan literasi, baik melalui kegiatan sekolah maupun berbasis komunitas seperti ini.
Dosen Pembimbing KKN (DPK) Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., turut menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap keberlanjutan program literasi ini.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah awal yang strategis untuk membangun kesadaran literasi di tingkat akar rumput.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa yang telah menghadirkan kegiatan ‘membaca nyaring’ secara langsung kepada anak-anak usia dini. Kegiatan ini bukan sekadar membaca buku, tetapi menjadi pintu masuk untuk membuka cakrawala literasi anak-anak di Desa Tino. Saya berharap ini menjadi langkah awal menuju kemajuan literasi di daerah ini,” ujar DPK.
Lebih lanjut, DPK juga mendorong mahasiswa untuk terus menghadirkan inovasi dalam setiap program kerja yang mereka rancang.
“Mahasiswa harus menjadi motor penggerak literasi yang tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Teruslah membangun semangat membaca di tengah masyarakat, terutama anak-anak, dengan menghadirkan ide-ide kreatif yang mampu menjangkau dan menginspirasi. Literasi adalah fondasi penting untuk kemajuan generasi mendatang,” tambahnya.
Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain dalam menumbuhkan budaya membaca sejak dini di Jeneponto dan sekitarnya.





