JAKARTA, KORAN HARIAN 55โ Kebebasan menyuarakan aspirasi adalah hak yang dijamin konstitusi. Tetapi bila tuntutan yang lahir dari hati rakyat berubah menjadi amarah yang membakar fasilitas umum, merusak aset negara, dan menebarkan ketakutan, maka yang lahir bukanlah keadilan, melainkan luka baru bagi bangsa.

Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi), Salim Djati Mamma, dengan nada penuh keprihatinan menyerukan agar bangsa ini tidak terseret ke jurang perpecahan:
โSetiap kursi taman yang dibakar, setiap gedung pelayanan publik yang dilempari, sejatinya bukan milik pemerintah semata, tapi milik rakyat. Itu dibangun dari pajak kita semua. Merusaknya sama saja melukai diri sendiri.โ ungkapnya saat dihubungi, Sabtu (30/08/2025)

Menurut Bung Salim, banyak aksi anarkis sesungguhnya bukan murni lahir dari tuntutan rakyat, melainkan ulah provokator yang menunggangi aspirasi untuk kepentingan sempit.
โJangan sampai bangsa ini dipecah belah. Jangan biarkan suara rakyat dijadikan tameng oleh segelintir oknum yang haus kekuasaan. Provokasi hanya akan menimbulkan kerusakan dan kebencian,โ tegasnya

Wartawan senior dibidang kriminal ini, mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto segera mengambil langkah nyata.
โTidak boleh ada pembiaran. Kapolri dan Panglima TNI harus bergerak cepat, mengusut tuntas dalang di balik setiap tindakan anarkis. Jangan menunggu sampai luka bangsa ini semakin dalam. Rakyat menuntut ketegasan, bukan sekadar janji,โ ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya langkah antisipasi agar insiden serupa tidak terulang. Aparat diminta mengawal setiap aksi massa, memastikan tetap damai, dan menindak tegas siapapun yang mencoba menungganginya.

Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks) ini menyatakan, bahwa dengan adanya penegasan dari Presiden Prabowo Subianto, bahwa demokrasi tidak boleh dinodai oleh kekerasan. โTuntutan yang benar akan membuahkan hasil. Jangan nodai demokrasi dengan anarkisme,โ demikian pesan Presiden yang dikutip oleh Ketum Perjosi.
Ketum Perjosi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri.
โPerjuangan sejati adalah perjuangan yang ditempuh lewat jalur hukum, dengan suara lantang namun bermartabat. Bangsa ini sudah terlalu banyak terluka, jangan ditambah dengan perpecahan akibat amarah yang salah arah,โ katanya dengan penuh harap.
Ketum Perjosi ini berpesan, bahwa korban sesungguhnya dari anarkisme adalah rakyat sendiri. Fasilitas publik yang rusak dibangun dari pajak masyarakat. Provokator menunggangi aspirasi rakyat. Banyak aksi berubah rusuh karena dipicu oleh oknum yang punya kepentingan tersembunyi.
โPerjuangan sejati bukan dengan amarah, tapi dengan jalur hukum yang bermartabat, merusak fasilitas umum sama saja melukai diri sendiri. Jangan biarkan bangsa ini dipecah belah oleh provokasiโ tegas Bung Salim
Selain itu, Ketum Perjosi Ketua Umum Perjosi, juga mengingatkan, agar Media harus jadi penyejuk, bukan pemicu. Jangan beri ruang provokator merusak persatuan. Saat ini negeri butuh ketenangan, keadilan, dan penyelesaian hukum yang tegas. tuturnya
“Mari kita bersama-sama menahan diri, percaya pada langkah Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus ini, agar tragedi serupa tak terulang” mintanya.
Ketum Perjosi mengingatkan, Demokrasi harus dijaga dengan kedewasaan, bukan dirusak dengan anarkisme. Kapolri dan Panglima TNI dituntut segera bertindak tegas, mengusut tuntas, dan memastikan Indonesia tetap bersatu di tengah badai provokasi, tutupnya. (al/akc)





