Tongkat Komando Polda Sulteng Berganti, Brigjen Pol. Nasri Siap Gaspol Benahi Pelayanan dan Jaga Stabilitas Bumi Tadulako

Palu, koranharian55.com — Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dinamika keamanan dan tantangan sosial yang terus berkembang, tongkat komando Polda Sulteng kini resmi berada di tangan Brigjen Pol. Nasri Sulaeman SH, SIK, MM setelah digelarnya prosesi serah terima Pataka “Wira Dharma Brata” di Markas Komando Polda Sulawesi Tengah, Rabu (20/5/2026).

Upacara sakral yang berlangsung penuh khidmat itu menandai berakhirnya masa kepemimpinan Irjen Pol. (Purn) Dr. Endi Sutendi sekaligus membuka lembaran baru bagi institusi kepolisian di Bumi Tadulako.

Namun lebih dari sekadar pergantian jabatan, momentum ini dinilai menjadi titik penting arah baru penegakan keamanan, pelayanan publik, hingga penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri di Sulawesi Tengah.

Di hadapan jajaran pejabat utama, personel kepolisian, unsur Forkopimda, dan tamu undangan, Brigjen Pol. Nasri tampil dengan pesan yang tegas namun penuh kesejukan. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian positif yang telah dirintis kepemimpinan sebelumnya, sembari membuka ruang perubahan dan inovasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

“Kita akan lanjutkan apa yang sudah baik, perbaiki yang masih kurang, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Polri harus hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan solusi bagi rakyat,” tegas Brigjen Pol. Nasri dalam amanat perdananya.

Pernyataan itu sontak menjadi perhatian banyak pihak. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap reformasi pelayanan kepolisian, kehadiran pemimpin baru di tubuh Polda Sulteng diharapkan mampu membawa energi segar dan pendekatan yang lebih humanis.

Prosesi penyerahan Pataka “Wira Dharma Brata” sendiri berlangsung penuh makna. Bendera kehormatan itu bukan hanya simbol institusi, melainkan representasi nilai luhur pengabdian anggota Polri, keberanian, kehormatan, integritas, dan loyalitas terhadap bangsa serta masyarakat.

Saat Pataka berpindah tangan, suasana haru dan penuh penghormatan terasa di lingkungan Mapolda Sulteng. Banyak pihak menilai, estafet kepemimpinan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan di Sulawesi Tengah yang memiliki tantangan geografis, sosial, dan dinamika masyarakat yang kompleks.

Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, memahami betul tantangan tersebut. Karena itu, ia menegaskan bahwa keamanan tidak bisa dijaga sendirian oleh institusi kepolisian.

“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan baru Polda Sulteng akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dan dialogis.

Pergantian Kapolda ini juga datang di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian yang lebih cepat, transparan, dan humanis.

Di era digital saat ini, masyarakat semakin kritis terhadap setiap langkah aparat penegak hukum. Respons lambat, pelayanan berbelit, hingga persoalan etik aparat kerap menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.

Karena itu, komitmen Brigjen Pol. Nasri Sulaeman untuk memperkuat pelayanan publik dinilai menjadi pesan penting yang menyentuh langsung harapan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Polri harus mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

“Kepercayaan publik adalah kekuatan utama institusi Polri. Maka anggota harus hadir dengan empati, profesionalisme, dan integritas,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polda Sulteng bahwa tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat.

Masyarakat Sulawesi Tengah sendiri menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini. Wilayah yang kaya sumber daya alam dan terus berkembang secara ekonomi tersebut membutuhkan situasi keamanan yang stabil agar pembangunan dapat berjalan optimal.

Selain itu, berbagai tantangan seperti konflik sosial, kriminalitas, peredaran narkoba, hingga persoalan keamanan wilayah pesisir dan pertambangan membutuhkan penanganan yang tegas namun tetap humanis.

Pengamat keamanan daerah menilai, pendekatan kepemimpinan yang komunikatif dan kolaboratif akan menjadi modal penting bagi Brigjen Pol. Nasri dalam memimpin Polda Sulteng.

Dengan karakter masyarakat Sulawesi Tengah yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan adat, pendekatan persuasif dinilai akan lebih efektif dalam menjaga stabilitas daerah.

Kehadiran Brigjen Pol. Nasri juga diharapkan mampu membawa semangat transformasi internal di tubuh kepolisian.

Beberapa kalangan berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat disiplin anggota, meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat Polres hingga Polsek, serta mempercepat adaptasi teknologi dalam pelayanan publik.

Di sisi lain, tantangan era digital juga membuat institusi kepolisian dituntut semakin responsif terhadap informasi yang berkembang cepat di tengah masyarakat.

Isu keamanan kini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang digital melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial.

Karena itu, kepemimpinan baru Polda Sulteng diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan langkah yang modern dan visioner.

Semangat “Wira Dharma Brata” yang diusung dalam prosesi serah terima Pataka memiliki filosofi mendalam, yakni ksatria yang berbudi luhur, berani dalam pengabdian, serta teguh menjaga kehormatan.

Nilai tersebut menjadi simbol bahwa setiap anggota Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pelayan masyarakat yang harus mengedepankan moralitas dan integritas.

Di tengah tantangan institusi yang semakin kompleks, semangat itu menjadi pengingat bahwa kekuatan Polri sejatinya lahir dari kepercayaan rakyat.

Kini, di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Nasri, publik menanti bagaimana semangat tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

Apakah kepemimpinan baru ini akan mampu membawa perubahan signifikan bagi pelayanan kepolisian di Sulawesi Tengah

Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti, estafet kepemimpinan di Polda Sulteng hari ini bukan sekadar pergantian jabatan biasa. Ini adalah awal dari harapan baru untuk menghadirkan kepolisian yang lebih dekat, lebih humanis, dan lebih dipercaya masyarakat di Bumi Tadulako (aco)