Maros, Koranharian55.com – Kabupaten Maros terus memantapkan langkah sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan pembangunan paling dinamis di Sulawesi Selatan. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr H A. S Chaidir Syam S.Ip. MH, bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur ST, pemerintah daerah tidak hanya memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat, tetapi juga mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterbukaan informasi publik sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel.

Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui pertemuan Bupati Maros Chaidir Syam dengan Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, di ruang kerja Bupati Maros, Senin (13/7/2026)

Sebelum audiensi berlangsung, Salim terlebih dahulu melakukan silaturahmi bersama Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur ST, membahas pentingnya membangun kemitraan antara pemerintah daerah dan insan pers dalam memperluas akses informasi kepada masyarakat.
Pertemuan itu menghasilkan kesamaan pandangan bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang baik, tetapi juga komunikasi publik yang terbuka agar setiap kebijakan, program, dan capaian pemerintah dapat diketahui, dipahami, sekaligus diawasi oleh masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Maros dan PERJOSI sepakat membangun sinergi dalam penyebarluasan informasi pembangunan melalui jaringan media anggota PERJOSI, program dialog Lensa Bung Salim, 55 TV, serta berbagai platform media digital yang berada di bawah naungan organisasi Perjosi.
Bagi kedua belah pihak, keterbukaan informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran dikelola, program dijalankan, serta sejauh mana manfaat pembangunan dirasakan hingga ke desa-desa.
Ketum PERJOSI, Bung Salim, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun jembatan komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
“Pers yang profesional tidak hanya hadir ketika ada persoalan. Pers juga memiliki tanggung jawab menyampaikan berbagai program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Informasi publik yang terbuka akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan,” ujar Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres ini.
Menurutnya, sinergi tersebut tidak mengurangi independensi pers. PERJOSI tetap menjalankan fungsi jurnalistik berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, serta prinsip cover both sides.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Chaidir Syam memaparkan arah pembangunan Kabupaten Maros yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang daerah.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Maros terus memperkuat berbagai program strategis untuk menekan angka stunting melalui pendekatan promotif dan preventif. Pemerintah juga memperluas akses pelayanan kesehatan dengan menghadirkan layanan ambulans gratis, memperkuat operasional fasilitas kesehatan, serta menempatkan satu tenaga perawat dan satu bidan di setiap desa agar pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar sekaligus mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Maros. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan musiman, pemerintah menghadirkan stasiun air bersih gratis sebagai solusi pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Di saat yang sama, pembangunan jembatan dan infrastruktur penghubung terus dilakukan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Maros juga menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. rbagai program pendidikan terus diperluas, mulai dari bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi, pengembangan program Sekolah Kolong bagi anak-anak di wilayah terpencil, hingga dukungan terhadap pelaksanaan program makan bergizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kemampuan belajar peserta didik.
Pemerintah meyakini bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kualitas generasi yang dipersiapkan untuk masa depan.
Selain pelayanan dasar, Kabupaten Maros juga terus mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Memiliki bentang alam karst yang diakui secara internasional, kekayaan situs prasejarah, wisata alam, hingga desa-desa wisata yang berkembang, Maros dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Selatan.
Destinasi seperti Rammang-Rammang, Taman Wisata Alam Bantimurung, Taman Arkeologi Leang-Leang, Pantai Kuri, kawasan wisata Pattunuang, hingga sejumlah desa wisata menjadi daya tarik yang terus dikembangkan melalui peningkatan infrastruktur, promosi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan sektor pariwisata tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat pelaku UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Keberadaan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang berada di wilayah Kabupaten Maros menjadi salah satu keunggulan strategis dalam mendukung konektivitas dan akses wisatawan menuju berbagai destinasi di Sulawesi Selatan.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Kabupaten Maros terus mendorong peningkatan produktivitas nelayan, pemberdayaan pelaku UMKM, penguatan ekonomi desa, serta transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi pusat literasi, pelatihan keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, PERJOSI menyatakan komitmennya untuk mendukung penyebarluasan informasi pembangunan melalui media yang profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Program Lensa Bung Salim akan menjadi ruang dialog yang menghadirkan kepala daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjelaskan langsung kebijakan dan program pembangunan kepada masyarakat.
Sementara itu, 55 TV bersama jaringan media anggota PERJOSI akan memperluas publikasi mengenai berbagai inovasi, pelayanan publik, potensi investasi, serta destinasi wisata Kabupaten Maros agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.
Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel ini, menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai berbagai persoalan pemerintahan, tetapi juga berhak mengetahui berbagai solusi, inovasi, dan keberhasilan pembangunan yang memberikan manfaat nyata.
“Media memiliki fungsi kontrol sosial yang harus dijaga. Namun di sisi lain, media juga berkewajiban menyampaikan praktek-praktek baik pemerintahan yang memberi dampak positif bagi masyarakat. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat berpartisipasi mengawal pembangunan secara objektif dan konstruktif.”
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maros dan PERJOSI diharapkan menjadi model kemitraan yang sehat antara pemerintah dan insan pers. Kemitraan ini dibangun bukan untuk mengurangi independensi media, melainkan memperkuat transparansi, memperluas akses informasi publik, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
Dengan berbagai program prioritas yang terus berjalan, mulai dari pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Maros menunjukkan arah pembangunan yang terintegrasi.
Didukung komitmen terhadap keterbukaan informasi dan kolaborasi bersama insan pers, Maros menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang bersiap menjadi episentrum pelayanan publik, investasi, dan pariwisata di Sulawesi Selatan, sekaligus menghadirkan pembangunan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.(nur)





