Perkuat Sinergi Kamtibmas, Unit IV Sat Intelkam Polres Wajo Intensifkan Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Penrang dan Sajoanging

Reporter : Andi Baso Edy

Editor     : Hasanuddin

WAJO, koranharian55.com — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat oleh jajaran Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Wajo melalui pendekatan komunikasi langsung dengan elemen masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan oleh Unit IV Sat Intelkam Polres Wajo di wilayah Kecamatan Penrang dan Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Minggu (12/4/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Lidik IV Sat Intelkam Polres Wajo, IPDA Abdul Rahim, SH, bersama sejumlah anggota. Dalam pelaksanaannya, jajaran Sat Intelkam melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Di Kecamatan Penrang, silaturahmi dilakukan dengan tokoh masyarakat Mustari dan Ambo. Sementara di Kecamatan Sajoanging, pertemuan berlangsung bersama Muh. Anas dan Baso Yunus. Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah yang konstruktif antara institusi Polri dan masyarakat.

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan formal, melainkan dimanfaatkan sebagai sarana penggalangan serta penguatan sinergi antara kepolisian dan tokoh masyarakat. Dalam konteks ini, tokoh masyarakat diposisikan sebagai mitra strategis yang memiliki pengaruh langsung terhadap dinamika sosial di lingkungannya masing-masing.

IPDA Abdul Rahim dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh masyarakat sangat penting dalam membantu tugas kepolisian, khususnya dalam mendeteksi dini serta menangkal berbagai potensi gangguan kamtibmas. Tokoh masyarakat dinilai memiliki kedekatan dengan warga sehingga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu negatif yang berkembang, baik secara langsung di lingkungan sosial maupun melalui media digital. Dalam beberapa waktu terakhir, arus informasi yang cepat, terutama melalui media sosial, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Melalui dialog yang berlangsung, jajaran Sat Intelkam menekankan pentingnya sikap selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi kebenarannya atau yang berpotensi menimbulkan keresahan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya preventif dalam mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu konflik sosial.

Di samping itu, pembahasan dalam kegiatan silaturahmi juga mencakup penolakan terhadap berbagai bentuk paham yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti radikalisme, premanisme, serta tindak pidana lainnya. Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga wilayah Kabupaten Wajo tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

Kehadiran tokoh masyarakat dalam upaya tersebut dipandang memiliki peran signifikan, terutama dalam memberikan pemahaman kepada warga di lingkungannya masing-masing. Dengan komunikasi yang terjalin secara intensif, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Sat Intelkam Polres Wajo. Mereka menyampaikan apresiasi atas upaya kepolisian dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, yang dinilai mampu memperkuat hubungan kemitraan antara aparat dan warga.

Menurut para tokoh masyarakat, kegiatan silaturahmi seperti ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang berkembang. Melalui dialog terbuka, berbagai informasi dapat disampaikan secara langsung, sehingga meminimalisir kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Selain itu, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh secara bersama dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan setiap permasalahan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Tokoh masyarakat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah. Mereka menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang relevan serta membantu menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan masing-masing.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan oleh Polres Wajo dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan. Dengan mengedepankan komunikasi dan kolaborasi, kepolisian berupaya membangun kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, sekaligus menciptakan ruang dialog yang terbuka. Dalam konteks keamanan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan zaman. Peran aktif tokoh masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan sosial serta mencegah potensi konflik.

Sat Intelkam Polres Wajo juga menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Hal ini sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat jaringan komunikasi serta meningkatkan efektivitas deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan wilayah Kabupaten Wajo dapat terus terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

Kegiatan silaturahmi yang dilaksanakan oleh Unit IV Sat Intelkam Polres Wajo ini menjadi salah satu bentuk implementasi strategi pemeliharaan kamtibmas berbasis kemitraan. Melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi yang erat, upaya menjaga keamanan di tengah masyarakat dapat berjalan secara lebih efektif dan terarah.(ab/ak)