PERJOSI Disambut Hangat di Maros, Wabup Buka Ruang Sinergi, Pers Diharapkan Jadi Mitra Edukasi dan Kontrol Sosial

MAROS, koranharian55.com โ€” Kunjungan Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI), Salim Djati Mamma, ke Kabupaten Maros disambut hangat oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka itu menjadi sinyal positif bagi hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers, khususnya organisasi PERJOSI yang tengah memperkuat perannya di daerah.
Kehadiran Ketua Umum PERJOSI didampingi oleh Ketua DPD PERJOSI Maros Bung Talla, Wakil Sekretaris II DPP PERJOSI Pusat Muh. Nur, serta Ketua DPD PERJOSI Makassar Heriyanto Cecep. Rombongan ini datang dengan satu tujuan utama, membangun komunikasi yang sehat dan menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maros.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Maros Andi Muetazim menunjukkan sikap terbuka terhadap keberadaan PERJOSI. Ia menyampaikan harapannya agar organisasi pers ini, khususnya di bawah kepemimpinan Bung Talla sebagai Ketua DPD Maros dan Irwandi sebagai Wakil Ketua, mampu membawa aura positif bagi daerah.
โ€œPemerintah Kabupaten Maros pada prinsipnya membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi pers yang ingin berkontribusi secara konstruktif. Kami berharap PERJOSI dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,โ€ ujar Andi Muetazim, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, keberadaan pers sangat penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik serta menjaga transparansi.
Ketua Umum PERJOSI, Salim Djati Mamma, menyambut baik respons positif dari Wakil Bupati Maros tersebut. Ia menilai sikap terbuka pemerintah daerah merupakan langkah maju dalam menciptakan hubungan yang sehat antara pers dan birokrasi.
โ€œKami sangat mengapresiasi sambutan dan keterbukaan Wakil Bupati Maros. Ini menjadi modal penting bagi PERJOSI untuk bergerak dan berkontribusi lebih luas di daerah,โ€ ujarnya.
Bung Salim menegaskan bahwa PERJOSI hadir bukan untuk menjadi oposisi, melainkan sebagai mitra pemerintah yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan oleh pers merupakan bagian dari upaya membangun, bukan menjatuhkan.
โ€œPers bukan musuh pemerintah. Pers adalah corong informasi publik yang bekerja untuk kepentingan masyarakat. Kami ingin membangun sinergi, bukan konflik,โ€ tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa โ€œlampu hijauโ€ yang diberikan oleh Wakil Bupati Maros akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh PERJOSI. Ke depan, organisasi ini berkomitmen untuk menghadirkan pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan mampu meningkatkan literasi masyarakat.
Dalam konteks lokal, Ketua DPD PERJOSI Maros Bung Talla juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjalankan amanah tersebut. Ia menilai bahwa dukungan dari pemerintah daerah menjadi dorongan besar bagi penguatan organisasi di tingkat kabupaten.
โ€œKami siap membawa PERJOSI Maros menjadi organisasi pers yang profesional, independen, dan berintegritas. Dukungan dari pemerintah tentu akan kami balas dengan kinerja yang positif dan bertanggung jawab,โ€ kata Bung Talla.
Sementara itu, Irwandi yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PERJOSI Maros, menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat.
โ€œInformasi yang baik akan melahirkan masyarakat yang cerdas. Di sinilah peran kami sebagai jurnalis, menyajikan berita yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan mendidik,โ€ ujarnya.
Pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk menghapus stigma negatif terhadap pers yang masih kerap terjadi di beberapa kalangan. Ketua Umum PERJOSI menegaskan bahwa sudah saatnya semua pihak, termasuk pejabat publik, tidak lagi alergi terhadap kehadiran wartawan.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi sekat antara pemerintah dan media. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan dalam membangun daerah yang transparan dan akuntabel.
โ€œKami ingin mengajak semua pihak untuk melihat pers sebagai mitra strategis. Tanpa pers, informasi tidak akan sampai secara utuh kepada masyarakat. Tanpa keterbukaan pemerintah, pers juga tidak bisa bekerja maksimal,โ€ jelasnya.
Dengan adanya komitmen bersama ini, PERJOSI optimistis dapat mengambil peran yang lebih besar di Kabupaten Maros. Tidak hanya sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai agen edukasi yang mampu meningkatkan kualitas informasi publik.
Kunjungan ini pun ditutup dengan harapan besar akan terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan. Baik PERJOSI maupun Pemerintah Kabupaten Maros sepakat bahwa sinergi adalah kunci dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital saat ini.
Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya hoaks, keberadaan organisasi pers yang profesional menjadi semakin penting. PERJOSI, dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi yang telah dibangun, masa depan hubungan antara pers dan pemerintah di Maros tampak semakin menjanjikan. Kini, tinggal bagaimana komitmen tersebut dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(nur/ccp/bt