“Makassar Tidak Aman?” Lensa Bung Salim Undang Kapolrestabes Bahas Keresahan Warga, Begal, hingga Dugaan Pengaruh Kesenjangan Sosial

Makassar, koranharian55.com โ€“ Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap situasi keamanan di Kota Makassar mendorong 55 TV melalui program Lensa Bung Salim mengundang Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, S.I.K., S.H., M.H., sebagai narasumber dalam podcast bertajuk “Makassar Tidak Aman? Polisi Menjawab Keresahan Warga.”

Podcast tersebut dirancang sebagai ruang dialog publik yang memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk menjelaskan secara langsung kondisi keamanan Kota Makassar, perkembangan penanganan kejahatan jalanan, serta strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Program Lensa Bung Salim menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan merupakan kesimpulan atas kondisi keamanan Kota Makassar, melainkan pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat seiring maraknya pemberitaan dan beredarnya berbagai rekaman peristiwa kriminalitas di media sosial.

Dalam beberapa waktu terakhir, publik menyoroti sejumlah kasus kejahatan jalanan, termasuk video yang memperlihatkan penyerangan terhadap kawasan permukiman yang diduga menggunakan bom molotov. Peristiwa tersebut memicu diskusi luas di masyarakat mengenai rasa aman ketika beraktivitas, khususnya pada malam hari.

Selain itu, istilah “begal”, “geng motor”, dan kelompok kriminal jalanan kerap digunakan dalam ruang publik. Podcast ini akan memberikan ruang kepada Kapolrestabes Makassar untuk menjelaskan perbedaan istilah tersebut dari perspektif penegakan hukum, pola penanganannya, serta perkembangan penindakan terhadap kasus-kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

Tidak hanya membahas aspek penegakan hukum, dialog ini juga akan mengangkat pertanyaan yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang sering menjadi bahan diskusi publik. Salah satunya adalah apakah terdapat kaitan antara meningkatnya kejahatan jalanan dengan persoalan kesenjangan sosial, tekanan ekonomi, pengangguran, atau faktor-faktor sosial lainnya.

Melalui dialog tersebut, Lensa Bung Salim tidak bermaksud menyimpulkan bahwa faktor ekonomi atau kesenjangan sosial menjadi penyebab utama tindak kriminalitas. Sebaliknya, program ini memberikan kesempatan kepada Kapolrestabes Makassar untuk menjelaskan sejauh mana kepolisian melihat faktor-faktor tersebut berdasarkan pengalaman penanganan kasus, data yang dimiliki, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain membahas penyebab, podcast juga akan menggali strategi Polrestabes Makassar dalam menekan angka kejahatan jalanan melalui pendekatan preventif, represif, edukatif, dan kolaboratif. Berbagai langkah seperti patroli, penguatan intelijen, pemanfaatan teknologi, hingga kerja sama dengan pemerintah, TNI, sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga akan menjadi bagian dari pembahasan.

Program ini juga akan menyoroti konsep “tindakan tegas dan terukur” yang sering disampaikan dalam penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan yang membahayakan masyarakat atau petugas. Kapolrestabes Makassar diharapkan dapat menjelaskan dasar hukum, batasan, dan penerapannya agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai prosedur yang berlaku.

Host Lensa Bung Salim, Salim Djati Mamma, menyatakan bahwa podcast ini merupakan bagian dari komitmen media untuk menghadirkan ruang dialog yang independen, berimbang, dan berbasis fakta.

“Masyarakat berhak memperoleh informasi langsung dari pihak yang memiliki kewenangan. Kami ingin menghadirkan dialog yang terbuka sehingga publik dapat memahami kondisi keamanan berdasarkan data, sekaligus mengetahui langkah-langkah yang dilakukan kepolisian dalam menjawab keresahan masyarakat,” ujarnya.

Podcast ini dijadwalkan tayang melalui kanal digital 55 TV dan berbagai platform media sosial resmi. Selain mengulas perkembangan situasi keamanan, dialog tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun rasa aman, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.(tim)