Peminat Pelatihan Jurnalis PERJOSI Meledak, Dua Hari Pendaftar Tembus Separuh Target

MAKASSAR, koranharian55.com โ€” Antusiasme terhadap pelatihan jurnalis tingkat Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI) menunjukkan respons yang sangat tinggi. Baru dua hari sejak resmi diumumkan, jumlah calon peserta yang mendaftar telah menembus lebih dari separuh target 100 peserta untuk satu gelombang pelatihan.

Lonjakan minat tersebut disampaikan oleh Muh Noer, panitia penerimaan peserta pelatihan jurnalis PERJOSI, saat dikonfirmasi pada Rabu (21/01/2026).

Menurut Muh Noer, sejak informasi pelatihan disebarluaskan melalui sejumlah grup WhatsApp dan media sosial pada Senin (19/02/2026), respons dari kalangan jurnalis terus berdatangan, baik dari jurnalis muda maupun wartawan yang sudah aktif di berbagai media.

โ€œAntusias calon peserta sangat tinggi. Baru dua hari diumumkan, jumlah pendaftar sudah lebih dari setengah target. Ini menunjukkan kebutuhan dan semangat rekan-rekan jurnalis untuk meningkatkan kompetensi masih sangat besar,โ€ ujar Muh Noer.

Ia menjelaskan, selain karena pelatihan ini tidak dipungut biaya, daya tarik lain adalah adanya kesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) yang diuji oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan difasilitasi langsung oleh PERJOSI.

โ€œDalam setiap gelombang, akan dipilih dua peserta terbaik untuk difasilitasi mengikuti UKW oleh BNSP. Ini menjadi salah satu faktor utama tingginya minat pendaftar,โ€ jelasnya.

Sementara itu, Suardi Al Ade, panitia pelaksana pelatihan jurnalis PERJOSI, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional PERJOSI Pusat yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Pelatihan di wilayah Sulawesi Selatan akan dilaksanakan dalam delapan gelombang, dengan sistem penggabungan tiga daerah dalam setiap gelombang, serta kuota 100 peserta per gelombang.

โ€œTarget PERJOSI Pusat di Sulawesi Selatan adalah menyiapkan 800 jurnalis dari delapan gelombang pelatihan. Dari total tersebut, akan ada 16 peserta yang difasilitasi mengikuti UKW oleh BNSP,โ€ kata Suardi.

Menurutnya, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kualitas wartawan di daerah, khususnya dalam aspek profesionalisme, pemahaman regulasi, dan kode etik jurnalistik.

โ€œMasih banyak rekan seprofesi yang belum mendapatkan pembinaan memadai dan belum memahami aturan jurnalistik secara utuh. Melalui pelatihan ini, PERJOSI ingin menciptakan jurnalis yang andal, profesional, dan sadar hukum,โ€ ungkap Suardi.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan bertanggung jawab.

Ketua Umum PERJOSI Salim Djati Mamma menegaskan bahwa pelatihan jurnalis ini merupakan bagian dari program nasional organisasi yang fokus pada perlindungan profesi dan peningkatan kualitas wartawan, khususnya di daerah.

Bung Salim sapaan akrab Ketum Perjosi ย menilai, peningkatan kompetensi wartawan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik sekaligus meminimalkan potensi persoalan hukum dalam kerja jurnalistik.

โ€œProgram ini dirancang untuk membekali wartawan dengan pemahaman yang benar tentang jurnalistik, etika, dan hukum pers. Wartawan yang kompeten akan lebih terlindungi dan mampu menjalankan fungsi pers secara profesional,โ€ ujar Salim.

Bung Salim yang juga merupakan Asesor BNSP berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah serta mitra terkait agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak jurnalis.

โ€œKami berharap pemerintah dan mitra strategis dapat bersinergi mendukung program ini. Pers yang berkualitas adalah bagian penting dalam pembangunan bangsa dan penyediaan informasi yang benar kepada masyarakat,โ€ katanya.

Lebih lanjut, Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekpres (Upeks) mengajak para jurnalis, baik pemula maupun yang sudah aktif, untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.

Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel ini menegaskan, bahwa pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang masih serius menekuni profesi jurnalis dan ingin memperdalam pemahaman tentang dunia pers.

โ€œBagi rekan-rekan media yang ingin mengasah dan memperdalam kembali ilmu jurnalistiknya, silakan ikut pelatihan ini. Banyak materi penting yang akan diperoleh, mulai dari kode etik jurnalistik, hukum pers, hingga penguatan kapasitas profesional,โ€ jelasnya.

Bung Salim menambahkan, peserta terbaik dari pelatihan ini akan difasilitasi mengikuti UKW atau SKW yang diuji langsung oleh BNSP, sebagai bagian dari upaya peningkatan standar kompetensi wartawan di Indonesia.

โ€œHarapan kami, pelatihan ini benar-benar memberi manfaat nyata dan melahirkan jurnalis yang berkualitas, berintegritas, dan bertanggung jawab,โ€ tutup Salim. (su/akc)