HUT ke-7 koranharian55.com  Salim Djati Mamma Katakan, Tujuh Tahun Bukan Sekadar Angka, tetapi Perjalanan Menjaga Kerja Jurnalistik

Memasuki tahun ketujuh, koranharian55.com menyiapkan pelatihan jurnalis dan kegiatan sosial bagi sesama pekerja pers serta keluarga jurnalis yang membutuhkan perhatian.

Makassar, koranharian55.com — Tujuh tahun perjalanan KoranHarian55.com pada 5 Oktober 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan media digital tersebut sekaligus menyiapkan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan profesi jurnalistik dan kepedulian sosial.

CEO koranharian55.com Salim Djati Mamma mengatakan, perjalanan tujuh tahun media tidak semata-mata dilihat dari usia, tetapi dari bagaimana sebuah media menjaga kerja jurnalistik di tengah perubahan teknologi dan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.

“Tujuh tahun bukan sekadar angka. Di dalamnya ada proses belajar, beradaptasi, menghadapi perubahan teknologi, dan menjaga agar kerja jurnalistik tetap berjalan dengan tanggung jawab kepada publik,” kata Salim Djati Mamma dalam keterangan terkait persiapan HUT ke-7 koranharian55.com “ jelasnya, saat dihubungi lewat telepon selularnya, Senin (14/9/2026).

Menurut Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres ini mengungkapkan, perkembangan media digital membuat jurnalis menghadapi lingkungan kerja yang berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Arus informasi semakin cepat, sumber informasi semakin beragam, sementara masyarakat dapat menerima dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform dalam waktu yang hampir bersamaan.

Situasi tersebut, kata dia, membuat peningkatan kemampuan jurnalis menjadi bagian penting dari keberlanjutan media.

Karena itu, salah satu agenda yang disiapkan dalam rangka HUT ke-7 koranharian55.com adalah pelatihan jurnalis.

Pelatihan tersebut dirancang sebagai ruang untuk memperkuat kemampuan jurnalis dalam menghadapi perkembangan media digital, mejadi bagian penting.

Materi pelatihan nantinya dapat mencakup proses pencarian informasi, verifikasi fakta, pengolahan data, penulisan berita, penggunaan teknologi pendukung kerja jurnalistik, hingga tantangan pemberitaan di tengah perkembangan platform digital.

Mantan pemilik Koran Pedoman Makassar (Tempo Group) ini mengatakan, kemampuan jurnalis untuk beradaptasi harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap tanggung jawab profesi.

“Teknologi berubah sangat cepat. Karena itu, jurnalis juga harus terus belajar. Tetapi perubahan teknologi tidak menghilangkan prinsip dasar jurnalistik, yaitu akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan tambahan dalam rangkaian HUT, tetapi sebagai salah satu bagian dari upaya menyiapkan jurnalis agar dapat bekerja di tengah perubahan ekosistem media.

Era digital, lanjut Bung Salim, menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi wartawan.

Informasi dapat diproduksi dan disebarkan lebih cepat. Namun pada saat yang sama, kecepatan distribusi juga meningkatkan risiko beredarnya informasi yang belum diverifikasi.

Karena itu, kemampuan melakukan pemeriksaan informasi menjadi semakin penting dalam proses pemberitaan.

Selain penguatan kapasitas jurnalis, HUT ke-7 koranharian55.com juga direncanakan diisi dengan kegiatan sosial yang menyasar lingkungan profesi pers, menjadi momentum melihat sisi lain profesi Pers.

Perhatian diberikan kepada jurnalis yang sudah tidak aktif, jurnalis yang sedang mengalami sakit, serta keluarga jurnalis yang membutuhkan dukungan.

Bung Salim menjelaskan, kehidupan seorang jurnalis tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan di lapangan atau aktivitas di ruang redaksi. Di balik profesi tersebut terdapat kehidupan keluarga dan persoalan sosial yang juga perlu mendapat perhatian.

“Kami juga ingin HUT ini menjadi momentum untuk melihat saudara-saudara seprofesi. Ada jurnalis yang sekarang sudah tidak aktif, ada yang sedang sakit, dan ada keluarga jurnalis yang membutuhkan perhatian. Sepanjang kemampuan memungkinkan, kami ingin kegiatan ini memiliki sisi kemanusiaan,” kata Bung Salim.

Program tersebut, menurut dia, akan dilaksanakan berdasarkan pendataan dan kondisi penerima manfaat.

Dengan demikian, kegiatan sosial tidak sekadar menjadi acara simbolik, tetapi diarahkan kepada penerima yang sesuai dengan tujuan program.

Selain itu, Jurnalis yang sudah tidak aktif menjadi salah satu kelompok yang masuk dalam perhatian kegiatan sosial.

Tidak semua orang yang pernah bekerja sebagai wartawan tetap berada di ruang redaksi atau lapangan sepanjang perjalanan kariernya. Perubahan pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, maupun keadaan keluarga dapat menyebabkan seseorang meninggalkan aktivitas jurnalistik.

Dalam kondisi tertentu, mantan pekerja pers juga dapat menghadapi kebutuhan sosial yang memerlukan perhatian.

Hal serupa berlaku terhadap jurnalis yang sedang mengalami sakit.

Ketika kondisi kesehatan membuat seorang wartawan tidak dapat bekerja secara normal, persoalan tersebut dapat berdampak terhadap penghasilan dan kehidupan keluarga.

Karena itu, rangkaian sosial HUT ke-7 dirancang untuk memberikan perhatian kepada kondisi tersebut sesuai kemampuan yang tersedia.

Kegiatan sosial juga mencakup keluarga jurnalis yang berada dalam kondisi membutuhkan bantuan.

Salim mengatakan, perhatian terhadap keluarga jurnalis merupakan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan profesi secara lebih luas.

“Kita berbicara tentang profesi, tetapi jangan lupa bahwa setiap jurnalis memiliki keluarga. Ketika seorang jurnalis menghadapi persoalan berat, dampaknya juga dapat dirasakan keluarganya. Karena itu, aspek kemanusiaan ini ingin kami hadirkan dalam momentum HUT ke-7,” ujarnya.

Pelaksanaan program akan menyesuaikan data dan kondisi di lapangan.

koranharian55.com juga merencanakan agar proses penentuan penerima dilakukan secara tertib sehingga kegiatan dapat diarahkan kepada pihak yang sesuai.

HUT ke-7 koranharian55.com juga mengangkat semangat Berani Memberitakan Kebenaran dan Tegas.”

Bagi Bung Salim, keberanian dalam kerja jurnalistik harus tetap ditempatkan dalam kerangka profesionalitas.

Keberanian memberitakan sebuah persoalan tidak berarti mengabaikan proses verifikasi ataupun memberikan ruang pemberitaan tanpa dasar yang memadai.

“Berani bukan berarti gegabah. Tegas bukan berarti mengabaikan prinsip jurnalistik. Bagi kami, keberanian harus berjalan bersama data, verifikasi, dan tanggung jawab terhadap publik,” tutur Salim.

Menurut dia, prinsip tersebut semakin diperlukan dalam lingkungan digital yang memungkinkan informasi berkembang dalam hitungan menit.

Media, kata Bung Salim, memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuh tahun perjalanan koranharian55.com berlangsung bersamaan dengan perubahan besar dalam industri media.

Pembaca kini dapat memperoleh berita tidak hanya melalui portal media, tetapi juga dari media sosial, mesin pencari, aplikasi percakapan, video digital, dan berbagai platform lainnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan juga mulai masuk ke berbagai tahapan produksi konten.

Menurut Salim Mamma, kondisi tersebut menjadi alasan bagi media untuk terus melakukan penyesuaian, termasuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

“Media tidak bisa berhenti belajar. Perubahan platform, teknologi dan perilaku pembaca akan terus berlangsung. Yang harus dijaga adalah kualitas kerja jurnalistiknya,” kata dia.

Karena itu, pelatihan jurnalis ditempatkan sebagai salah satu agenda utama HUT ke-7.

Dengan rangkaian tersebut, peringatan HUT ke-7 KoranHarian55.com tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan perayaan.

Ada tiga aspek utama yang disiapkan, yakni penguatan kapasitas jurnalis, kepedulian terhadap sesama profesi, dan perhatian terhadap keluarga jurnalis yang membutuhkan dukungan.

Ketiga agenda tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang direncanakan dalam memperingati tujuh tahun perjalanan KoranHarian55.com.

Salim mengatakan, pelaksanaan kegiatan tetap akan menyesuaikan kemampuan serta dukungan yang tersedia.

Untuk mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, koranharian55.com juga membuka ruang partisipasi kepada berbagai pihak.

Partisipasi mitra disiapkan dalam bentuk ucapan HUT melalui video maupun iklan ucapan HUT ke-7.

Namun, kemitraan tersebut ditempatkan sebagai bagian pendukung dari rangkaian kegiatan, bukan sebagai inti peringatan.

Dukungan yang diperoleh akan membantu pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan, termasuk pelatihan jurnalis dan program sosial.

“Kami membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin ikut menjadi bagian dari momentum tujuh tahun ini. Bentuknya dapat melalui ucapan maupun dukungan kegiatan. Yang paling penting adalah bagaimana momentum ini dapat memberikan manfaat, baik untuk penguatan profesi maupun kegiatan sosial,” ujar Bung Salim.

KoranHarian55.com dijadwalkan memperingati HUT ke-7 pada 5 Oktober 2026, yang menandai perjalanan sejak 5 Oktober 2019.

Bagi Salim Mamma, momentum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus kesempatan untuk melihat arah perjalanan media ke depan.

Tujuh tahun perjalanan media digital berlangsung bersamaan dengan perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi yang sangat cepat.

Di tengah perubahan tersebut, koranharian55.com menyiapkan HUT ke-7 dengan agenda yang tidak hanya berkaitan dengan usia organisasi, tetapi juga peningkatan kapasitas jurnalis dan kepedulian terhadap lingkungan profesi pers.

“Kami berharap HUT ke-7 ini tidak berhenti sebagai acara tahunan. Kami ingin ada pengetahuan yang dibagikan, ada perhatian kepada sesama profesi, dan ada manfaat yang bisa dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” kata Bung Salim.

Dengan rangkaian tersebut, HUT ke-7 koranharian55.com diarahkan sebagai momentum untuk memperkuat perjalanan media digital sekaligus menjaga hubungan sosial dengan lingkungan profesi yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan dunia pers.

“Kini koranharian55.com telah memasuki tahun ketujuh dengan semangat mempertahankan kerja jurnalistik di tengah perubahan zaman, berani memberitakan kebenaran dan tegas, dengan tetap berpegang pada tanggung jawab jurnalistik”, tutup Bung Salim.(del/Akc)